Efektifitas Bisnis Menggunakan
E-commerce
Efisiensi dan efektifitas bisnis dalam
menggunakan E-Commerce yaitu perdagangan secara eletronik menawarkan kepada UKM
keuntungan jangka pendek dan jangka panjang. Perdagangan elektronik tidak hanya
membuka pasar baru bagi produk dan/atau jasa yang ditawarkan, mencapai konsumen
baru, tetapi juga dapat mempermudah cara UKM
melakukan bisnis. Disamping itu, perdagangan elektronik juga sangat
bermanfaat bagi pelanggan/konsumen dan masyarakat umum. Secara umum, ada
berbagai manfaat lain saat melakukan perdagangan elektronik.
Menurut Sholekan (2009;17), manfaat lain
itu adalah sebagai berikut:
A. Keuntungan
bagi perusahaan
·
Memperpendek jarak
Perusahaan dapat lebih
mendekatkan diri dengan konsumen.Dengan hanya meng-klik tautan-tautan yang ada
pada situs, konsumen dapat menuju ke perusahaan dimanapun saat mereka berada.
·
Perluasan pasar
Jangkauan pemasaran
menjadi semakin luas dan tidak terbatas oleh area geografis dimanapun perusahaan
berada.
·
Perluasan jaringan mitra bisnis
Pada perdangan
tradisional, sangat sulit bagi suatu perusahaan untuk mengetahui posisi
geografis mitra kerjanya yang berada di negara lain atau benua lain.
Bagaimanapun juga, mitra kerja sangat penting untuk konsultasi dan kerjasama
baik teknis maupun non-teknis.Dengan adanya perdagangan elektronik lewat
jaringan internet, hal tersebut bukan menjadi masalah yang besar lagi.
·
Efisiensi
Seperti disinggung di
bagian sebelumnya, perdagangan elektronik akan sangat memangkas biaya
operasional. Perusahaan yang berdagang secara eletronik tidak membutuhkan kantor dan toko yang besar, menghemat kertas
yang digunakan untku transaksi, periklanan, serta pencatatan. Selain itu,
perdagangan elektronik juga sangat efisien dari sudut waktu yang
digunakan.Pencarian informasi produk dan transaksi dapat dilakukan lebih cepat
dan akurat.
B. Keuntungan
bagi konsumen
·
Efektif
Konsumen dapat
memperoleh informasi tentang produk yang dibutuhkannya dan bertransaksi dengan
cara yang cepat dan murah.
·
Aman secara fisik
Konsumen tidak perlu
mendatangi toko tempat perusahaan menjajakan barangnya dan ini memungkinkan
konsumen dapat bertransaksi dengan aman, sebab di daerah tertentu mungkin
sangat berbahaya jika berkendaraan dan membawa uang tunai dalam jumlah yang
besar.
·
Fleksibel
Konsumen dapat
melakukan transaksi dari berbagai lokasi, baik dari rumah, kantor, warnet, atau
tempat lainnya. Konsumen juga tidak perlu berdandan rapi seperti pada
perdagangan tradisional umumnya.
C. Keuntungan
bagi masyarakat umum
·
Mengurangi polusi dan pencemaran
lingkungan
Dengan adanya
perdagangan elektronik yang dapat dilakukan dimana saja, konsumen tidak perlu
melakukan perjalanan ke toko, dimana hal ini pada gilirannya akan mengurangi
jumlah kendaraan yang berlalu lalang di jalanan. Berkurangnya kendaraan di
jalanan berarti menghemat bahan bakar dan mengurangi tingkat polusi udara sebab
gas-gas buangan kendaraan bermotor dapat mencemari lingkungan.
·
Membuka peluang kerja baru
Era perdagangan
elektronik akan membuka peluang kerja baru bagi mereka yang tidak buta
teknologi. Muncul pekerjaan baru seperti pemrograman komputer, perancangan web,
ahli di bidang basis data, analisis sistem, ahli di bidang jaringan komputer,
dan sebagainya.
·
Menguntungkan dunia akademis
Berubahnya pola hidup
masyarakat dengan hadirnya perdagangan elektronik, kalangan akademisi akan
semakin diperkaya dengan kajian-kajian psikologis, antropologis, sosial-budaya,
dan sebagainya yang berkaitan dengan dunia maya. Selain itu, dampak langsung
dari hadirnya internet secara langsung akan menantang kiprah ilmuwan di bidang
teknik komputer, teknik telekomunikasi, elektronika, pengembangan perangkat
lunak dan sebagainya.
·
Meningkatkan kualitas sumber daya
manusia
Perdagangan elektronik, seperti
juga teknologi komputer pada umumnya, hanya dapat dilakukan oleh orang yang
tidak gagap teknologi, sehingga pada gilirannya akan merangsang orang-orang
untuk mempelajari teknologi komputer demi kepentingan mereka sendiri. Selain
itu, dalam melakukan perdagangan elektronik, seseorang suatu saat mungkin akan
tersesat ke situs-situs berkualitas yang akan meningkatkan pemahaman orang yang
bersangkutan.
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan
e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi
dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan
yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan
keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
1. Menyediakan
harga kompetitif
2. Menyediakan
jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan
informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon,
penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan
perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan
rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, danlain-lain.
7. Mempermudah
kegiatan perdagangan.
Manfaat yang dirasakan perusahaan
khususnya untuk kepentingan pelanggan memperlihatkan bahwa e-commerce dapat
memberikan manfaat antaralain:
1.
Mendapatkan pelanggan baru. Studi yang
menyebutkan bahwa manfaat penggunaan e-commerce dalam bisnis adalah mendapatkan
pelanggan baru dikemukakan oleh Hamill da Gregory, 1997 dan Swatman, 1999 serta
Hoffmandan Novak, 2000. Digunakannya e-commerce memungkinkan perusahaan
tersebut mendapatkan pelanggan baru baik itu yang berasal dari pasar domestik
maupun pasar luar negeri.
2.
Menarik konsumen untuk tetap bertahan. Studi
yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 di industri perbakan menemukan
bahwa dengan adanya layanan ebanking membuat nasabah tidak berpindah ke bank
lain. Selain itu bank juga akan mendapatkan pelanggan baru yang berasal dari
bank- bank yang bertahan dengan teknologi lama.
3.
Meningkatkan mutu layanan. Dengan adanya e-commerce
memungkinkan perusahaan dapat meningkatkan layanan dengan melakukan interaksi
yang lebih personal sehingga dapat memberikan informasinya sesuai dengan apa
yang diinginkan oleh konsumen. Studi yang menyebutkan bahwa penggunaan
e-commerce dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu layanan ini dikemukakan
oleh Gosh, 1998.
4.
Melayani konsumen tanpa batas waktu.
Studi yang dilakukan oleh Daniel &Storey, 1997 menemukan bahwa adanya
pelanggan dapat melakukan transaksi dan memanfaatkan layanan suatu perusahaan tanpa
harus terikat dengan waktu tutup ataupun buka dari suatu perusahaan tersebut.
E-commerce memberikan pilihan kepada
produsen tentang jenis usaha dan skala usaha yang akan dikembangkan. Dengan
mengimplementasikan teknologi informasi e-commerce, produsen dapat memilih
untuk mengembangkan target pasar kepada pasar global atau hanya fokus terhadap
segmen pasar tertentu.Bagi usaha kecil dan menengah, dengan menggunakan
e-commerce dapat menawarkan sesuatu yang berkualitas dan terjangkau serta
memiliki kepercayaan diri menghadapi pesaing.Biaya tidak kemudian menjadi
kendala utama, tetapi yang terpenting bagaimana usaha kecil dan menengah dapat
menunjukkan produk atau jasa yang ditawarkan melalui web sitenya dan dapat
dilakukan melalui penjualan secara online (Rizal, 2011).
Dengan menggunakan e-commerce, produsen
dapat merubah daftar harga atau melakukan kustomisasi produk atau jasa yang
ditawarkan dan terinformasikan secara cepat melalui website.Sesuatu yang
biasanya memerlukan waktu yang lama untuk dilaksanakan atau diintegrasikan,
dengan e-commerce menjadi lebih cepat.Melakukan model usaha yang inovatif atau
melakukan re-engineering, melaksanakan spesialisasi dengan derajat yang tinggi
atau meningkatkan produktivitas dan perhatian terhadap pelanggan, bukan sesuatuyang
tidak mungkin dengan e-commerce.E-commerce juga bermanfaat dalam membangun
database pelanggan yang komprehensif.Produsen dapat mempunyai informasi tentang
pola pemesanan yang dilakukan pelanggan dan mengelolanya sebagai informasi yang
berharga. Database tersebut akan membantu produsen saat melakukan pemasaran dan
strategi promosi agar dapat tepat sasaran.
Dalam konteks hubungan dengan mitra
bisnis, e-commerce membantu dalam mengurangi inefisiensi yang mungkin terjadi
dalam rantai penawaran, mengurangi kebutuhan untuk membuat inventory dan
menghindari keterlambatan pengiriman. Sehingga produsen mempunyai kepercayaan
diri tentang usaha yang dijalankan dalam melakukan kerjasama dengan pemasok dan
perusahaan jasa. E-commerce secara inherent akan menyederhanakan dan
mengotomatisasi proses bisnis yang mendukung, menggabungkan dengan kecepatan
dan efisiensi dalam kegiatan usaha. Dalam hubungannya dengan pelanggan,
e-commerce membantudalam menfasilitasi kegiatan pembelian yang
nyaman.E-commerce dapat menghemat waktu pelanggan dibandingkan jika pelanggan
tersebut melakukan pembelian secara off-line.Seringkali pelanggan membayar
lebih murah untuk harga produk tertentu dibandingkan jika pelanggan membelinya
secara off-line.Meskipun memiliki beberapa keuntungan, penggunaan e-commerce
juga menghadapi kendala. Melakukan kegiatan transaksi secara online berarti
pelanggan akan terpaksa menyediakan sejumlah informasi pribadi yang
dipersyaratkan oleh penjual. Persyaratan ini tentunya dapat mengganggu
kerahasiaan dan menimbulkan issu tentang keamanan dari informasi yang
disediakan. Protokol untuk proses tertentu yang belum standard, pita lebar
(bandwith) telekomunikasi yang terbatas dan keterbatasan software yang
digunakan, merupakan beberapa isu teknis yang mengakibatkan e-commerce masih
kurang terintegrasi dengan sistem IT yang kontemporer. Disamping kendala
teknis, issu non teknis juga menjadi kendala dalam penggunaan e-commerce. Masih
banyak pembeli yang tidak percaya dan susah merubah kebiasaannya untuk
bertransaksi tanpa bertemu langsung dengan penjualnya dan menggunakan kertas
yang terbatas (paperless). Menurut Marhum Djauhari(2009), berdasarkan kenyataan
bahwa hukum sering berdasar pada obyek fisik maka hal ini akan menimbulkan
masalah yang serius terhadap bisnis karena ketidak pastian hukum dari proses
tersebut. Status hukum dari transaksi yang dibentuk secara otomatis, belumlah
jelas.Apakah mungkin untuk sebuah perjanjian atau yang lebih umum, prosedur
hukum dibuat oleh sebuah komputer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar